Friday, March 23, 2007

Membubarkan MPR RI Berarti Jalan Masuk Komunisme Terbuka Lebar.

Monday, March 19, 2007

Pancasila: Tidak Ada Tirani Minoritas Atau Diktator Mayoritas

MPR RI adalah wujud prinsip dasar kehidupan kenegaraan yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dari Pancasila. sebagai karateristik bangsa Indonesia. Dengan prinsip dasar ini di Indonesia tidak ada tirani minoritas atau sebaliknya diktator mayoritas. Negara dipimpin dengan bijaksana tanpa ego kekuatan politik mayoritas. Berdasarkan prinsip ini maka MPR RI secara praktis adalah pemegang mandat kedaulatan rakyat Indonesia.
Konon kabar mutahir, ada usulan untuk membubarkan lembaga tinggi Negara ini. Konon pula alasanya adalah untuk mewujudkan sistem bikameral Alasan ini terasa makin aneh, karena bukankah MPR terdiri dari DPR dan DPD yang berarti sudah menjalankan system bikameral Apakah hal ini yang diusulkan pemerintah?. Terasa janggal memang kalau hal ini gagasan politik pemerintahan sekarang. Tetapi janggal atau tidak sesuatu bisa saja terjadi tanpa memperhatikan apa yang telah diletakkan pondasinya oleh founding father negeri ini. Itulah keadaan kita sekarang.
Jika argumentasinya cuma masalah anggaran dan gaji anggota MPR, maka hal ini terlampau naïf. MPR yang terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD dan mereka semua sudah mendapatkan gaji dan fasilitas di institusinya masing masing, jadi tidak perlu lagi memberikan tunjangan apapun termasuk anggaran untuk berbagai kunjungan atau outbond lainnya. Mengenai administrasi mapun acara persidangan, tata laksananya pasti bisa oleh Menteri Sekretaris Negara. Jadi tidak perlu membubarkan MPR.
Kebebasan berpolitik memang memberikan ruang memperjuangkan suatu gagasan, namun perlu diingat bahwa kebebasan tersebut harus pula memberikan kebebasan bagi yang lainnya. Pancasila memperlihatkan titik singgung agar tidak terjadi benturan yang berakibat kehancuran kehidupan berbangsa bernegara. Lembaga MPR adalah tempat orang bijaksana bermusyawarah agar kehidupan berbangsa bernegara dapat terjaga dengan baik.
Seluruh aliran politik yang ada di Indonesia sekarang memang sedang bergerak mewujudkan apa yang menjadi idealisme mereka. Tidak terkecuali mereka yang menganut paham komunisme. Hanya saja komunis tidak dapat masuk kedalam tatananan kerhidupan kenegaraan karena adanya TAP MPR yang melarang ideologi komunis di tanah tercinta ini.
Setelah gerakan reformasi pun ternyata tidak sepenuhnya mermberikan ruang gerak bagi komunisme meski terdapat kebebasan untuk mendirikan partai politik.
Sekarang semua kita dapat berfikir dengan jernih agar tidak terlepas dari prinsip dasar yang telah menjadi karakter nasional kita yaitu Pancasila. Jadi kalau ada gagasan untuk membubarkan MPR RI kita dapat mengenalinya sebagai langkah politik strategis untuk mengusung kembali komunisme kedalam tatanan kehidupan kenegaraan,
Dengan cara ini TAP MPR yang melarang komunisme akan kehilangan validitasnya dan berarti melicinkan jalan bagi komunisme kembali menjadi aliran politik legal di Indonesia.

Friday, March 09, 2007

Garuda Indonesia Flight Number GA200

Garuda Indonesia flight number GA200 rute penerbangan Jakarta ke Jogyakarta yang mengalami musibah terbakar ketika landing di Bandara Adi Sucipto merupakan salah satu dari rangkaian kecelakaan transportasi di Indonesia akhir akhir ini. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita menyampaikan belasungkawa ikut berduka cita kepada keseluruhan keluarga korban beberapa kecelekaan tersebut. Agaknya kita musti merenungkan kembali semua pola kehidupan kita dalam bermasyarakat.
Karena pada dekade 10 tahun terakhir ini, masyarakat kita lebih bertumpu kepada hal hal nyata keduniawian ketimbang hal "tidak nyata" metapisika. Ungkapan lebih sederhana munghkin boleh dikatakan bahwa mulai dari para pemimpinnya, masyarakat bangsa Indonesia pada dekade 10 tahun terakhir ini gampang marah marah, lebih suka hujat sana hujat sini, unjuk rasa. Pemikiran terpendam yang sebelumnya lebih dikontrol dengan kemampuan bersabar, sekarang ini mudah ambrol sehingga timbulah sikap suka marah marah tadi.
Publikasi besar atas peristiwa marah marahan itu menimbulkan reaksi berantai dimasyarakat. Sendainya ada yang mampu melakukan pengindraan dari galaksi, maka wilayah nusantara ini mungkin auranya berwarna merwah kehitaman. Sebagaimana kita sadari bersama bahwa kita manusia ini adalah bagian integral dari alam. Maksudnya ada norma sebab dan akibat yang selalu berproses membentuk harmoni.
Suatu ledakan pada galaktika akan berakibat radiasi kosmis yang mempengaruhi struktur genetika, hasilnya adalah antara lain intelegensi dan perilaku dasar manusia. Pengetahuan manusia atas reaksi alam timbal balik sangatlah terbatas. Katakanlah ketika kita meributkan lobang ozon yang menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara ternyata menghasilkan luasan yang lebih besar wilayah gunung es di kutub selatan. Alam pada dasarnya masih sangat misterius bagi manusia. Perubahan ini tentu berdampak terhadap kehidupan manusia, kita cenderung bingung, kehilangan kesabaran dan gampang marah marah.
Kembali kepada wilayah sempit yaitu tentang perilaku kita di Indonesia saat ini kiranya dapat direnungkan kembali. Sikap gampang marah marah, hujat sana hujat sini, tuding sana tuding sini dapat berakibat terhadap keseharian kita. Perubahan perilaku sosial antara lain pada tingkat disiplin dalam menjalankan sistem atau bisa juga sama sekali keluar dari sistem yang ada dan mencoba mengaplikasikan sistem baru. Kecenderungan melalukan "reformasi" karena menganut paham "sekarang bebas saja" akan sangat rentan terhadap sektor public utilities dan public service.
Lantas harus bagaimana? katakanlah kepada abang ojek misalnya. Kalau kita naik ojek atau beca, marilah kita bicara yang adem adem menenteramkan hati agar kondisi psikologis "driver" yang membawa kita bisa lebih terkontrol dan tidak terbawa emosinya oleh kondisi sosial di Indonesia yang auranya sedang "merah kehitaman".
Kepada para kiayi, ulama semua agama, Presiden, para menteri, gubernur, bupati , camat, lurah, kades, erte, kita kita semua warga, anggota de-pe-er semua tingkatan, pengacara, jaksa, hakim, polisi, tentara, KPK, BPK, semua semuanyalah marilah kita bikin suasana adem adem dan harmoni seperti dulu lagi.

Tuesday, March 06, 2007

Reformasi Tidak Tuntas Mengapa?

Untuk menjawabnya perlu memahami terlebih dahulu apa maknanya. Menurut pemahaman saya reformasi adalah; upaya penataan kembali pola kehidupan dari keadaan yang dianggap tidak sesuai dengan cita cita ideal sebelumnya. Dalam skala mikro suatu rumah tangga seringkali terjadi upaya reformasi karena suatu pola kehidupan yang ditempuh tidak menemukan realitas hidup bahagia yang menjadi idealisme anggota keluarga. Upaya reformasi dalam rumah tangga, bentuknya yang paling ekstrem adalah perceraian. Reformasi Indonesia adalah gerakan politik untuk mengembalikan seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia.

Reformasi Indonesia 1998 dianggap sama dan dihubungkan dengan lengsernya Soeharto dari tampuk pimpinan nasional pada 21 Mei 1998, adalah gerakan untuk menata kembali pola kehidupan kenegaran Republik Indonesia .Menurut hemat saya reformasi Indonesia mulai 23 Mei 1997 ketika terjadi kerusuhan kampanye Pemilu 1997 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang memakan ratusan korban jiwa. Suatu test case bagi kerusuhan Mei 1998.

Pola kehidupan kenegaraan yang berfalsafah Pancasila berbentuk Demokrasi Pancasila coba dirombak dengan pola kehidupan kenegaraan yang lain dengan jargon liberalisme, demokratisasi, transparansi, akuntabilitas dan lainya yang nampaknya ideal ditelinga rakyat. Liberalisme merupakan bentuk perlawanan terhadap TAP MPR Tahun 1983 tentang Azas Tunggal Pancasila. TAP II MPR 1983 tersebut diangap sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan berserikat, berpendapat dan demokrasi. Azas Tunggal Pancasila mengakibatkan ideology lain menjadi subordinate dan terkooptasi.

Bentuk ideology lainnya secara murni tidak dapat masuk kedalam tatanan kehidupan kenegaraan karena harus difilter oleh prinsip azas tunggal Pancasila. Dengan demikian Demokrasi Pancasila tidak diterima sebagai bentuk demokrasi karena kehilangan semangat liberalismenya. Karena itulah dalam gerakan reformasi isue sentralnya adalah demokratisasi, akuntabilitas, transparansi dan sub isu lainnya. Demokrasi Pancasila yang dibawa Orde baru dianggap tidak mengakomodir seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan.

Jadi reformasi Indonesia 1998 adalah gerakan politik untuk mengembalikan seluruh ideology politik rakyat kedalam tatanan kehidupan kenegaraan Indonesia. Ideologi Politik Rakyat. Ada berapa banyak ideologi politik rakyat Indonesia? Ideologi politik rakyat yang diorganisasikan dalam bentuk partai politik merupakan gambaran politik aliran menjadi cirri heteroginitas ideologi politik di Indonesia. Soekarno mencoba menghimpun heteroginitas, menyatukan politik aliran tersebut dengan gagasan Nasakom ( Nasionalis Agamis Komunis ). Nasakomisasi pada dasarnya adalah gerakan reformasi terhadap iklim liberal pasca pemilu 1955 ( Konstituante) yang tidak pernah berhasil merumuskan Undang Undang Dasar Republik Indonesia.

Sampai pada akhirnya Soekarno megeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yaitu kembali ke UUD 1945. Selanjutnya gagasan Nasakom dengan Demokrasi Terpimpin menjadi ciri otentik Orde Lama. Nasakom merupakan bentuk penyederhanaan dalam upaya mengakomodasi seluruh ideologi politik rakyat Indonesia kedalam tatanan kehidupan kenegaraan. Akan tetapi tiba tiba terjadi hal yang mengejutkan yaitu meledaknya Gerakan G 30 S PKI pada 30 September 1965.

Budaya Politik
Wibawa kepemimpinan Soekarno yang sebelumnya menjadi tulang puggung harmoni kehidupan politik di Indonesia menjadi runtuh., G 30 S PKI menciptakan disharmoni kehidupan berbangsa. TNI dibawah Jenderal AH.Nasution yang sebelumnya menciptakan kelompok induk organisasi (KINO) KOSGORO, MKGR, SOKSI untuk melawan PKI, kemudian berbentuk Sekber GOLKAR selanjutnya menjadi mesin politik Orde Baru dibawah kendali TNI. Mengapa TNI? Karena TNI lah yang menjadi korban G 30 S PKI.

Tatapi mengapa yang pegang kontrol Soeharto dan bukan Nasution yang Panglima TNI. Jawabannya adalah karena Seoharto orang Jawa, bisa dengan cepat mendapat dukungan mayoritas rakyat. Dukungan tersebut tidak akan terjadi pada Nasution meskipun dia seorang Panglima TNI pada saat itu. Justeru dari kearifan dia sebagai Ketua MPRS yang menampilkan Seoharto, sebagaima kearifan Ketua MPR Amien Rais menampilkan Gus Dur sebagai pemimpin bangsa. Inilah budaya politiknya; Soeharto mencoba meneruskan gagasan Soekarno tentang penyederhanaan ideologi politik rakyat yang multi varian. Jika formula Nasakom oleh Soekarno.
Soeharto mengelimasi Komunisme, menggantikannnya kedudukannya dengan GOLKAR dan mengokohkan Pancasila serta UUD 1945 sebagai landasan kehidupan berbangsa menuju dinamisasi gerakan pembangunan nasional. Akan tetapi hal ini berarti ideologi komunis yang diklaim PKI didukung oleh 4,5 juta penganutnya pada tahun 1964 tidak dapat eksis dalam kehidupan kenegaraan di republik ini selama 32 tahun kekuasaan Orde Baru bahkan hingga hari ini.

Kesempatan dalam kesempitan.
Gagasan Uni Eropa pada era 1980 masih memperhatikan dengan tajam issue Pasific Rim. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada wilayah ini akan mengancam eksistensi Eropa pada umummnya. Bahkan Helmut Smith, kemudian Helmut Kcholl, dua Kanselir Jerman ketika itu sama melihatnya sebagai ancaman kebangkrutan manakala Eropa tidak bersatu menghadapi penomena tersebut. Bangkitnya empat “Macan Asia” Taiwan, Singapore, Jepang dan China dalam percaturan perdagangan internasional.

Selanjutnya era 1990 an prospek kerjasama teknologi antara Jepang, China, India dan Indonesia, sangat mungkin diperhitungkan dalam penomena Pacific Rim. Pada satu sisi merupakan potensi pasar yang sangat besar sebagai pendukung pertumbuhan Ekonomi Eropa namun pada sisi lain Pacific Rim sekaligus adalah “gurita raksasa” yang siap menelan apa saja. Hal itu pula menjadi perhatian serius Yahudi Amerika yang rata rata adalah banker di Eropah. Mandegnya pertumbuhan ekonomi eropah akan berakibat terganggunya dana teror Israel melawan Palestina atau dunia Arab umumnya.

Indonesia dibawah Soeharto dengan rakyat yang berjumlah 200 juta jiwa, pertumbuhan ekonominya melaju pesat dengan rata rata diatas 6,8% bahkan pada saat lengsernya pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat angka 8,6%. Bukan angka ini yang menjadi perhatian dunia, tetapi Soeharto dengan triloginya; Stabilitas – Pertumbuhan dan Pemerataan mejadi inspirator bagi para pemimpin Asia menghadapi dominasi ekonomi Eropa maupun Amerika.

Bagi Yahudi Amerika tidak ada jalan lain, lemparkan bola salju menggoncang stabilitas kawasan Pacific Rim. Mahather Mohammad, pemimpin Asia yang paling lantang menyatakan Geoge Soros, si Yahudi ini sebagai dalangnya. Titik terlemah dari rangkaian mata rantai ini mengalami kehancuran yang parah dan berkelanjutan itulah Indonesia.

Imbas goncangan global membangkitkan semangat politik mereka yang sebelumnya tidak bisa eksis dalam kehidupan tatanan kenegaraan di Indonesia. Dengan kata lain reformasi tidak sepenuhnya gagasan orisinil untuk melakukan perubahan pola kehidupan kenegaraan. Reformasi Indonesia 1998 hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan pada saat guncangan terjadi akibat pengaruh global, dimana sendi sendi kehidupan menjadi rapuh. Reformasi nyaris tanpa konsep berlian yang tumbuh dari suatu konsensus nasional.

Gerakan reformasi tidak mengemukakan argumentasi kuat untuk mengalahkan argumentasi Pembangunan berkelanjutan membentuk manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila. Gagasan orisinil Soekarno tentang nation and charater building yang diteruskan Soeharto tanpa mengikut sertakan ideologi komunis dalam gegap gempita pembangunan Indonesia.
Bagi Soekarno, komunis adalah ideology politik rakyat Indonesia yang nyata. Bagi Soeharto Komunis adalah penghianat Pancasila.

Lalu bagi kaum reformis bagaimana?. Komunisme dalam wilayah abu abu, antara ada dan tiada dan tidak boleh eksis dalam tatanan kenegaran Republik Indonesia. Padahal gagasan dasar reformasi Indonesia 1998 adalah mengembalikan seluruh ideologi politik rakyat Indonesia kedalam tatanan kehidupan kenegaraan yang berarti masuknya kembali komunisme. Itulah sebabnya mengapa reformasi tidak akan tuntas karena sebenarnya rakyat Indonesia memang tidak menginginkannya.***

Sunday, February 25, 2007

Syah Sitti Jenar dan Demokrasi

Dalam folklore kita diceriterakan tentang kesepakatan para wali untuk menghukum Lemah Abang atau Syeh Siti Jenar. Kesepakatan yang sebelumnya didahului dialog langsung para wali dengan S2J menggambarkan bahwa “kebijakan” diambil dan dilakukan secara demokratis. Adalah S2J harus dikuburkan hidup hidup dan hal itu disepakati pula oleh S2J sendiri.
Ceritera semacam ini bertebaran diseantero memori rakyat Indonesia dengan tokoh berbeda tapi tema tetap sama. Diakhir ceritera selalu diungkapkan bahwa S2J atau tokoh lainnya itu tidaklah mati tetapi ghaib, jasadnya tidak pernah ditemukan, gone to the nets absorb by energy. Ada satu kebenaran yang tidak bisa dicerna dengan parimeter kehidupan normative.
Lain lagi ceritera tentang arisan makan makan. Kumpul arisan buat makan bareng dengan iuran sama sama. Menunya dibicarakan bersama, respnyapun hasil rembukan, hanya yang masak dimandatkan kepada tuan rumah. Tetapi ketika sedang dimasak dicipi dahulu sebelum disajikan. Salah satu anggota arisan mengusulkan tambah garam “dikit” yang lain menambahkan terasi. Adapula yang usul tambahkan merica lalu penyedap…lalu yang lain lagi nambahkan ini itu. Alhasil ini masakan betul betul demokratis.
Apakah anda bisa menebak bagaimana rasanya? He…he…he…Semua peserta arisan mengatakan bahwa makannnya euunaaak tenan. Tetapi setelah bubaran, masing masing punya komentar yang tidak enak didengar tuan rumah.
Dulu ketika Jenderal Nasution membentuk Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN), Bung Karno lantas membentuk Komando Tertinggi Retooling Aparatur Revolusi (KOTRAR). Maksudnya sama yaitu memberantas korupsi. Orde Baru menampilkan UU Anti Korupsi dengan institusi Menteri Koordinator Penertiban Aparatur Negara merangkap Perencanaan Pembanguna, merangkap Ketua BAPPENAS dipimpin Prof. Dr. J.B. Soemarlin. Sekarang, ada Komite Pemberantasan Korupsi atau KPK yang konon lebih suka disebut sebagai organisasi independen ketimbang institusi negara. Secara keseluran maksudnya sama tetapi tujuannya mungkin berbeda.
Mengapa berbeda? Kalau PARAN dikendalikan oleh Angkatan Darat ( baca militer ) maka KOTRAR menghilangkan peranan PARAN dan kendali ditangan Bung Karno ( baca sipil ). Kalau UU Anti Korupsi kendalinya ditangan birokrasi maka kendali KPK ditangan independen…
Persamaannya adalah bahwa pemberantasan korupsi disepakati seluruh rakyat. Bagaimana melaksanakannya? Meski resepnya telah disepakati secara demokratris. Jika pelaksanaannya multi tafsir seperti tambah garam tambah gula tambah merica tambah penyedap tambah ini itu tadi. Apakah anda bisa menebak bagaimana jadinya?
Tudingan korupsi memang berpotensi tidak adil, tergantung dengan tujuan apa tudingan dilontarkan. Hanya saja sulit untuk menyatakannya karena secara demokratis sudah sepakat. Jika tudingan mengarah ke beta sendiri, kena diketek dikempitkan, kena dibokong dijongkokan, kena di jidat…apa mau dibenturkan? Pada masa Ratu Maria Antoinette, Perancis secara resmi menggunakan Guillotine sebagai alat eksekusi yang akhirnya memotong lehernya sendiri.
Seperti ceritera folklore para wali versus Syeh Sitti Jennar dengan akhir ceritera jasadnya yang ghaib. Memang sesungguhnya manusia tidak akan pernah bisa berlaku adil…

Monday, February 19, 2007

Puisi

REPUBLIK INDONESIA
PADA HARI INI MERAYAKAN PROKLAMASI KEMERDEKAANNYA YANG KE 61. KEPADA MEREKA YANG BERDEDIKASI MENEGAKKAN NILAI MATA UANG RUPIAH PATUT MENDAPAT KEHORMATAN DIABADIKAN BERSAMA PUISI INI.

KEMERDEKAAN TERNYATA ADA DISINI

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam jatuh berderai
usai sidang MPR
sekeping terinjak anggota majelis
satunya lagi dipungut pemiliknya

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam jatuh tenggelam
kedasar palung laut Banda
ketika pulang ke Jawa
sekeping hanya ada disaku pemiliknya

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika dilangit awan menggumpal
dingin membeku menitik hujan turun sudah waktunya
mendirus gunung menerjang hutan mengalir menuju laut
sekeping harapan ada didasarnya.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam mampu membayar
harga siomay dari pendagang yang ikhlas
untuk anak negeri yang gelandangan kelaparan
receh logam seratusan ada ditangannya.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam yang selalu ada disaku sang dokter
bekerja secara saintifik berharap keberuntungan
ketika mesin pendukung kehidupan sinyalnya terhenti
receh logam jatuh dari sakunya dan pasien bernafas lagi.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam disumbangkan kepada tetangga
almarhum terbaring santai diliang kuburnya
ketika dua malaikat bertanya dengan santun marrabbuka
aku menjawab nyaris berbisik Allahu rabbi.
17 Agustus 2006
Syam Jr.

Wednesday, May 03, 2006

The Mystery of Money Making Netter

The Mystery of Money Making Netter

I have no story about success to earn money by selling personal capability in ads at either Netscape or mailing industry. Ok wait please. Might I make you refresh and relax?

I have an “inside” story. I will tell you about “The Mystery of Money Making Netter”….woo…

“Once upon before the time being is running. Meanwhile the “baby” (mean; we) still live at mama paradise. All of us clothing with “dollars”, many “dollars” in the right hand and again “dollars” in left hand the baby catches fist full of “dollars”
But in mama paradise there is regulation too! Hard restriction; do not show yours money out side gate… Some time its make baby rather confused.
“I have lot money but I couldn’t spend to buy anything”. Then…baby pushes her mind to sliding out of mama gate thoroughly. She brings much more “dollars” …of course.
What happen!!!! The “dollars” disappears, “eat” by light while passed out mama gate….absorbs by energy.
That is why baby cry and cries.
She gets lost money…. The “dollars” gone to the Netscape

Tanks and Best regards;
bstnsp@yahoo.com
Syamsuddin Jr